Ketua KONI Makassar Kecewa Atlet Muaythai Ditolak Berlaga di Porprov XVII

16
Ketua KONI Makassar Ahmad Susanto.(IST)

INDONESIANUPDATE.ID | Atlet dan official cabang olahraga (Cabor) Muaythai Kota Makassar terpaksa harus menelan kekecewaan. Pasalnya panitia penyelenggara Porprov ke XVII Sulsel 2022 menolak cabor utusan KONI Kota Makassar tampil bermain di laga eksebisi.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar, Ahmad Susanto menyatakan kekecewaannya pada penyelenggara.  “Selaku ketua KONI Makassar saya tidak terima atlet Muaythai utusan kami ditolak bermain di laga eksebisi Porprov Sulsel 2022 ini,” pekik Ahmad Susanto, Sabtu (29/10/2022).

Manager Muaythai Kota Makassar, Bahar Karca yang ditemui di Posko Induk Kontingen Porprov XVII Kota Makassar merasa kaget ketika atletnya sudah berada di venue tapi ditolak tampil di ajang ini.

“Kami sangat kecewa ditolak tampil pada laga eksebisi dengan alasan sudah ada cabor Muaythai yang mewakili Muaythai Kota Makassar dan sementara berlaga,” kata Bahar Karca yang juga Bendahara umum Muaythai Kota Makassar.

Padahal, tambah Bahar jelas-jelas atlet yang dia bawa untuk mengikuti laga ekshibisi di Kabupaten Sinjai merupakan utusan KONI Kota Makassar, sementara Muaythai yang mengaku perwakilan Kota Makassar berada di luar Kontingen Porprov XVII Kota Makassar.

“Kami lah yang diutus oleh KONI Kota Makassar dan dibiayai oleh KONI Kota Makassar datang ke sini,” kata Bahar.

Atas penolakan itu, Bahar Karca menjelaskan anggaran dasar Muaythai untuk terdaftar di KONI harus memiliki rekomendasi KONI bukan Surat Keputusan (SK) dari muaythai provinsi. “Dan itu tidak ada di dalam Anggaran Dasar Muaythai,” tegas Bahar.

Dia juga menyayangkan mengapa panitia Porprov Sulsel bisa mengikutkan cabor yang mengaku perwakilan kota Makassar sementara jelas-jelas berada di luar dari Kontingen Kota Makassar.

“Ingat ekshibisi ini adalah bagian dari Porprov Sulsel dan kami miliki SK dari KONI Makassar untuk ikut serta,” kata Bahar.

Dia juga menjelaskan untuk hari ini dan besok pihaknya belum mau melakukan protes dengan alasan tidak ingin merusak Porprov ini. (*)