Bukan Lagi Sekadar Penggembira
Keberhasilan menembus babak final ini menjadi pembuktian krusial bagi Pengurus Kabupaten (Pengkab) PERTINA Mamasa. Mereka berhasil membalikkan prediksi banyak pihak. Tuan rumah kini membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap atau penggembira turnamen.
Di atas ring, mereka mampu berdiri sejajar dan merepotkan petinju-petinju tangguh dari kota besar seperti Makassar, Palu, Mamuju, Mamuju Tengah, Polman yang turun lebih 20, hingga Toraja Utara yang menurunkan petinju-petinju berbakatnya dari Darren Boxing Camp.
Melihat potensi raksasa yang tertidur ini, Ma’dika bertekad tidak akan berhenti sampai di sini. Langkah evaluasi pasca-turnamen sudah dipetakan. Termasuk rencana mendatangkan pelatih berpengalaman demi mematangkan insting bertarung anak asuhnya.
“Saya bersyukur, meski belajar otodidak, penampilan mereka sangat memuaskan. Ke depan, kami ingin kemampuan mereka terus berkembang agar pada event selanjutnya petinju Mamasa jauh lebih matang dan siap mendominasi,” kata Ma’dika yang didampingi Ketua Pengkab P{ertina Mamasa, Charles Kornelius penuh optimisme.
Melihat kemapuan petinju muda di daerah yang dipimpinnya, Bupati Mamasa Welem Sambolangi, SE, MM mengaku bangga dengan prestasi yang diraih petinju binaan Pengkab PERTINA Mamasa.
”Pemerintah kabupaten Mamasa akan terus mendukung dan mensupport. Tingkatkan prestasi dan kemampuan kalian. Taoi ingat di atas ring boleh menjadi lawan, tetapi di luar ring kita tetap kawan dan sahabat,” tegas Welem.
Dari dinginnya pegunungan Mamasa, bara api tinju amatir kini telah menyala kembali. Dan 11 finalis muda ini adalah bukti nyata bahwa perlahan tapi pasti, kejayaan tinju Mamasa sedang bangkit menjemput masanya.(Sri Syahril)







