Wartawan Olahraga dan Forum Cabor Sulsel Akan Gelar Dialog Terbuka Bertema, Carut Marut Pengelolaan Olahraga di Sulsel

289

Menurutnya, meraih prestasi olahraga itu tidak semudah mengucapkan kata-kata. Juga tak semudah membalik telapak tangan. Harus terjadi sinergitas yang kuat antara Koni Sulsel dengan Pengprov Cabor, karena Koni Sulsel tidak punya atlet yang punya atlet adalah Pengrov Cabor, tegas Nukhrawi Nawir.

‘’Harus didukung dengan sarana dan prasarana serta anggaran yang memadai. Ngurus olahraga itu juga bukan untuk gagah-gagahan. Apalagi ngurus KONI seperti di Sulsel. Harus dijauhkan dari hal-hal yang berbau politik. Sebab ini bukan lembaga untuk mencari popularitas demi meraup suara pada kontestasi politik. Dibutuhkan keseriusan, sinergitas, dan komitmen besar. Juga rela berkorban, finansial dan waktu. Kadang juga harus korban perasaan,’’

Pada dialog ini panitia mengundang sejumlah tokoh sebagai pembicara. Di antaranya Kadispota Sulsel, Ketum Koni Sulsel, Ketua Komisi E DPRD Sulsel dan pihak akademisi dari Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Wakil dari KONI Kab/Kota..
“Kami berharap dari diskusi ini akan ada komitmen bersama dan solusi terbaik demi meraih prestasi sesuai target yang diharapkan oleh Gubernur Sulsel pada PON XXI 2024 Aceh-Sumut.
Dialog ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti semua pihak yang peduli dengan kemajuan olahraga Sulsel.(jend)

Samsudin Sirajudin (sudut biru) salah satu petinju Makassar yang berhasil meraih medali emas pada Porprov XVII Sulsel 2022. (FOTO: HUMAS PERTINA SULSEL)