Menanggapi amanah besar ini, Sufriadi menyatakan kesiapan penuhnya untuk menjaga marwah Sulsel sebagai episentrum sepak takraw tanah air. Baginya, status Sulsel sebagai kiblat takraw Indonesia harus dipertahankan dengan kerja keras kolektif.
”Ini tugas berat. Tapi jika dilaksanakan secara bersama-sama, Insyaallah bisa dituntaskan dengan baik,” ujar Sufriadi usai pengesahan.
Sebagai langkah cepat, ia langsung mematok target konsolidasi internal. Dalam waktu dekat, agenda pelantikan dan rapat kerja bakal digeber demi mematangkan blueprint program empat tahun ke depan.
Fokus utama kepengurusannya mencakup penguatan kualitas pelatih, mempererat sinergi dengan stakeholder, serta merancang tata kelola organisasi yang lebih dinamis.
Dukungan penuh pun mengalir dari tingkat pusat. Sekjen PB PSTI sekaligus Plt Ketua PSTI Sulsel sebelumnya, Prof. Nukhrawi, mengapresiasi jalannya Musda yang dinilai sangat representatif dan sesuai aturan organisasi.
”Saya kira sudah bagus ini. Hadir Ketua KONI Sulsel, OC, SC, dan peserta dari kabupaten/kota. Sudah lengkap dan sesuai mekanisme,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua KONI Sulsel yang diwakili Prof. Hikmad Hakim mengingatkan bahwa PSTI adalah lumbung medali andalan di berbagai ajang, baik nasional maupun internasional.
Ia menegaskan agar tradisi juara ini tidak boleh luntur di tangan kepengurusan yang baru.
”PSTI merupakan salah satu cabor langganan medali. Tugas ke depan semakin menantang. Kita semua patut bekerja keras untuk mempertahankannya,” pungkas Hikmad penuh optimisme.(asriel)






