Rutin Mengonsumsi Jus Buah tidak Selalu Menyehatkan

47
Ilustrasi jus buah.

INDONESIANupdate.id | BUAH merupakan makanan yang baik untuk kesehatan tubuh.  Banyak orang yang mengolahnya menjadi jus untuk dikonsumsi.  Banyak orang percaya minum jus buah akan membantu tubuh menjadi sehat.

Namun perlu diperhatikan, ternyata banyak yang tidak sadar jika jus buah memiliki kadar gula  yang tinggi.  Selain kandungan gula, beberapa jus mungkin juga mengandung kalori  yang mendekati minuman bersoda pada umumnya.

Dengan demikian kadar vitamin dan antioksidan yang ada di dalam jus tidak dapat menutupi tingginya kadar gula di dalam minuman tersebut.

Ketika kita mengonsumsi buah utuh, makan butuh usaha untuk mengunyah dan menelannya. Kadar gula yang ada pada buah juga berikatan dengan struktur serat yang akan pecah ketika dicerna secara perlahan pada saluran pencernaan, melansir Nova.id.

Karena berbagai alasan tersebut, kadar gula yang terdapat pada buah akan diserap ke organ hati dalam jumlah yang tidak terlalu banyak dan bisa dicerna oleh hati dengan baik.

Tetapi saat kita minum jus buah, mungkin kita mengonsumsi beberapa buah sekaligus dalam satu gelas.

Hal ini menyebabkan gula yang masuk ke tubuh akan berlebih dan membuat organ hati mengolahnya dalam jumlah besar.

Gula yang terdapat pada buah-buahan adalah fruktosa. Hati adalah satu-satunya organ yang dapat mengolah fruktosa dalam jumlah besar.

Saat hati mengolah fruktosa dalam jumlah berlebihan, sebagian dapat diubah menjadi lemak. Di samping kadar fruktosa dalam buah, saat membuat jus, kita mungkin menambahkan pemanis seperti gula pasir atau susu kental manis.

Hal inilah yang diam-diam membuat jus buah jadi kurang sehat. Walaupun jus buah dalam jumlah yang sedikit dapat terbilang aman bagi orang sehat dan aktif. Tapi bila dikonsumsi berlebihan justru dapat berdampak buruk bagi orang yang obesitas atau memiliki penyakit metabolik lainnya. Seperti diabetes (kencing manis). Karena kadar gula yang tinggi dapat memperberat penyakitnya.

Perlu menjadi perhatian, ada penelitian menyebutkan bahwa saat kita minum minuman dalam bentuk cair seperti jus buah, tidak mempengaruhi rasa kenyang.

Dengan demikian, meski sudah tinggi kalori, kita tidak akan merasa kenyang seperti makan makanan yang padat.  Akhirnya kita akan minum lebih banyak dan mencari makanan lain untuk dimakan.

Hal ini membuat asupan kalori menjadi berlebihan. Terlalu banyak asupan kalori yang tidak dibakar menjadi energi akan berdampak pada penambahan berat badan.

Jadi, alih-alih menurunkan berat badan, minum jus secara berlebihan justru bisa membuat berat badan bertambah.

Mungkin sebagian orang mengonsumsi jus buah bisa dibilang aman. Namun tidak bagi seseorang yang memiliki penyakit tertentu seperti diabetes dan obesitas.

Mereka disarankan untuk mengonsumsi buah asli secara utuh daripada mengonsumsi buah yang telah dijus.

Ada beberapa trik dalam mengonsumsi jus buah. Seperti membuat sendiri di rumah, hindari pemanis buatan, dan tambahkan cita rasa dari bahan alami (madu, daun mint, jahe, dan kayu manis).

Semoga bermanfaat.(syah)