Berdasarkan lini masa yang telah ditetapkan, tahapan penjaringan bakal calon akan dimulai pada 5 hingga 12 Oktober 2026. TPP kemudian bergerak cepat melakukan verifikasi berkas pada 13-14 Oktober, disusul masa sanggah selama tiga hari demi menjamin keadilan bagi seluruh kandidat yang merasa dirugikan.
‘’Nama-nama calon ketua yang lolos verifikasi akan diumumkan ke publik pada 18 Oktober 2026. Sebelum bertarung di arena Musprov, para kandidat diberikan waktu kampanye dan sosialisasi selama tiga hari, 19-22 Oktober, sebagai panggung memaparkan cetak biru masa depan tinju Sulsel,” urai Sri Syahril.
Regenerasi ini membayangi akhir masa jabatan Harpen Reza Ali, yang akan tuntas pada 30 November 2026. Putra tokoh olahraga nasional asal Makassar, A. Reza Ali, belum memikirkan kembali akan mencalonkan diri atau tidak.
‘’Nanti kita lihat. Kami masih fokus dulu untuk pelaksanaan PORPROV di Sengkang, kabupaten Wajo. Yang pasti kalau teman-teman pengurus Pertina Kabupaten dan kota di Sulsel masih menginginkan, nanti kita liat,’ kata Harpen Reza Ali.
Selama empat tahun menakhodai Pertina Sulsel, Harpen Reza Ali menorehkan sejumlah prestasi yang menjadi tolok ukur sangat tinggi bagi penerusnya.
Di bawah komando Harpen, sejarah baru tercipta ketika Sulsel berhasil meloloskan 12 petinju ke PON XXI Aceh-Sumut 2024. Ini kuota terbesar sepanjang sejarah keikutsertaan daerah ini. Hasilnya pun impresif. Enam medali berhasil dibawa pulang. Termasuk medali emas kelas 54 kg yang disabet oleh Josua Holy Masihor.
Tangan dingin kepengurusan Harpen juga membawa nama Sulsel menggema di level internasional. Josua Holy Masihor sukses mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi Kejuaraan Tinju Asia 2025 di Negeri Sembilan, Malaysia, serta mengirimkan representasi atlet ke kejuaraan dunia di Uzbekistan (2023) dan Dubai (2025).







