Longwis Bakal Jadi Daya Tarik Baru Pariwisata Makassar

56
Longwis alias Lorong Wisata bakal jadi daya tarik baru pariwisata Kota Makassar.(IST)

PEMERINTAH Kota Makassar melibatkan para camat dalam mengimplementasikan program lorong wisata. Longwis, nama kerennya bakal jadi daya tarik baru sektor pariwisata.

“Alhamdulillah, penentuan lokasi sudah ditentukan. Kita sudah turun ke lapangan. Lorong wisata ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan,” kata Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, belum lama ini.

Wawali Fatma menyebut, program ini telah dibahas sejak lima bulan lalu. Bahkan secara maraton, melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan instansi terkait lainnya, termasuk seluruh camat.

“Terdapat 24 program strategis Pemkot Makassar ada di dalamnya. Salah satunya lorong wisata,” ucap mantan legislator DPR RI ini.

Fatma meminta 15 Kecamatan yang ada di Kota Makasar dapat menjadikan program Longwis jadi atensi untuk diperhatikan.

“Bulan Juni ini kita juga sudah punya shelter. Maka Agustus harus berjalan. Yang utama,  program ini harus ada koordinasi yang baik dengan seluruh stakeholders,” tegas istri mantan Bupati Sidrap, Rusdi Masse ini.

Rencananya, Longwis yang sudah terkoneksi dengan Commuter Metro Moda alias Co’mo dan virtual reality (VR) akan diluncurkan 17 Agustus 2022, tepat di hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata Makassar, Mohammad Roem mengatakan menargetkan tujuh Lorwis prioritas di beberapa titik di dalam kota, salah satu diantaranya jadi lorong wisata unggulan.

”Sudah ada data lokasi lorong dari kecamatan untuk dipetakan masing-masing OPD,” katanya.

Mantan kabid Humas Pemkot Makassar ini menyatakan program Longwis bukan hanya menjadi tupoksi Dinas Pariwisata, tapi program ini dikerjakan bersama organisasi perangkat daerah (OPD).

“Lorong wisata pekerjaan bersama. Infrastrukturnya seperti drainase, paving block dan lainnya yang menjadi kebutuhan warga dari PU. Kalau kami lebih ke ornamen kepariwisataan. Misalnya mural serta pemasaran untuk mendatangkan wisatawan,” jelas Roem. (*)