Istana Tegaskan Jangan Seret Presiden dalam Wacana Penundaan Pemilu 2024

68
Presiden Joko Widodo.(IST)

INDONESIANupdate.id | STAF Khusus Menteri Sekretaris Negara Faldo Maldini menegaskan isu penundaan Pemilu 2024 bukan prioritas pemerintah. Dia meminta tak menyeret nama Presiden Joko Widodo dalam polemik ini.

“Isu penundaan ini tidak menjadi prioritas sampai saat ini. Yang kami harap jangan diseret-seret (presiden dalam wacara penundaan pemilu 2024),” jelas Faldo kepada wartawan, Jumat 4 Maret 2022.

Terkait nama-nama pejabat negera di lingkaran pemerintahan yang disebut sebagai sosok di balik usulan penundaan Pemilu 2024, Faldo menilai sebagai gosip politik. Pasalnya, informasi ini didapat dari sumber anonim.

“Narsumnya anonim semua. Bisa saja saya anggap ini sebuah gosip politik. Gosip politik biasa saja gitu. Ini sebuah konsekuensi. Terkait tuduhannya saya bisa sebut juga ini imajinasi,” sebut Faldo.

Sebelumnya, usulan penundaan pemilu 2024  disampaikan oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Bola panas yang dilontarkan oleh Cak Imin itu disetujui juga oleh 3 partai politik yang merupakan koalisi pemerintah.

Cak Imin mengklaim, usulan itu hadir usai dirinya bertemu dengan pelaku UMKM, para pengusaha, dan analis ekonomi Perbankan tentang dampak pandemi dan waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan ekonomi.

 Jokowi tak Berniat Jabat Presiden 3 Periode

Sementara itu, Jokowi menegaskan bahwa pemerintah akan tetap mematuhi konstitusi yang menyatakan masa jabatan presiden 2 periode. Dia telah berkali-kali menolak perpanjangan masa jabatan presiden.

Jokowi mengaku tak memiliki niat untuk menjadi presiden tiga periode. Menurutnya Undang-Undang Dasar 1945 telah mengatur masa jabatan presiden selama dua periode yang harus dipatuhi bersama.

“Saya tegaskan, saya tidak ada niat. Tidak berminat juga menjadi presiden tiga periode. Konstitusi mengamanatkan dua periode. Itu yang harus kita jaga bersama-sama,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 15 Maret 2021 lalu.(syah)