Nama Timothy menjadi sorotan utama setelah ia juga dinobatkan sebagai Petinju Terbaik pada kategori Junior. Remaja berusia 15 tahun yang kini duduk di kelas X SMA Negeri 2 Makassar tersebut menyabet emas di kelas 48 kg junior putra. Gen juara tampaknya mengalir deras di darah Timothy; ia adalah putra dari Dufri Masihor, legenda peraih medali emas SEA Games 1997. Sebelum bersinar di Mamasa, Timothy telah lebih dulu mengunci emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju di Palu, Oktober 2025.
Menariknya, panggung Mamasa menjadi saksi dominasi “Dinasti Masihor”. Tiga kakak Timothy turut menyapu bersih medali emas di kelasnya masing-masing: Yosafat Daniel Bryan Masihor (Kelas X SMA Negeri 5 Makassar): Emas di kelas 51 kg junior putra. Abraham Masihor: Emas di kelas 63,5 kg putra. Josua Holy Masihor: Emas di kelas 60 kg putra. Sebagai catatan, Josua merupakan pemegang medali emas kelas 54 kg PON Aceh-Sumut 2024 dan juara Asia di Negeri Sembilan, Malaysia, September 2025.
“Ini menjadi bukti komitmen kami dalam menjaga pembinaan atlet tinju di Kabupaten Toraja Utara. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan semua pihak. Semua ini hasil kerja keras atlet dan pelatih,” ujar Efendy Madao, Owner Darren Camp yang akrab disapa Fendy.
Keajaiban Tuan Rumah: Dari YouTube Menuju Podium Juara
Jika Darren Camp mendominasi lewat jalur pembinaan yang matang, tim tuan rumah Mamasa menghentak publik lewat jalur yang tidak biasa. Setelah lama absen dan tenggelam dari peta tinju amatir regional, bumi “Kondosapata” mendadak meledak. Mamasa sukses mengamankan predikat Juara Umum untuk kategori Kejurprov Sulbar 2026, dengan petinju putrinya, Marsya, keluar sebagai Petinju Terbaik.
Kejutan terbesar terletak pada statistik mereka: dari 18 petinju yang diturunkan Mamasa, 14 di antaranya berhasil menembus babak final. Sebuah pencapaian fantastis bagi daerah yang sempat kehilangan taji di atas ring.







