Tiga Naik Ring Semua Menang, Petinju Sulsel Incar Medali Emas

13
Tiga petinju Pengprpv PERTINA Sulsel bersama pelatih kepala Dufri Masihor. Masing-masing Otto Geseler, Andini dan Izack Timoty masihor (paling kanan) meriah kemenangan. Selangakh lagi target emas tercapai.(FOTO: SRI SYAHRIL)

INDONESIANUPDATE.ID, JAKARTA | Hari ketiga Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Piala Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Pembangunan dan Kewilayahan (Menko IPK) 2026, Rabu 21 Oktober 2026 menjadi panggung pembuktian bagi kontingen Sulawesi Selatan (Sulsel). Tiga petinju muda berbakat mereka turun bertarung di fase semifinal dengan satu misi yang sama, mempertahankan harga diri dan martabat daerah di kancah nasional.

Langkah awal kemenangan Sulsel dibuka oleh performa luar biasa Izack Timothy Ricardo Masihor. Bertarung di kelas Junior Men s Mini 44 – 46 Kg , petinju muda yang akrab disapa Timothy ini naik ring pada bout 24 tepat pukul 14.00 WIB. Sejak lonceng ronde pertama berbunyi, Timothy yang berada di sudut biru langsung mengambil inisiatif serangan dan mendominasi jalannya pertandingan.

Lawan Timothy, Kenzo Oskar asal Lampung, sebenarnya memiliki keunggulan postur tubuh yang jauh lebih tinggi. Namun, perbedaan tinggi badan tersebut tidak menjadi halangan bagi atlet binaan Pengkot PERTINA Makassar ini. Timothy tampil sangat trengginas dan agresif. Merangsek maju menghujani lawannya dengan kombinasi pukulan yang cepat dan mematikan.

Ketangguhan Timothy membuat lawannya sama sekali tidak berdaya sejak awal laga. Pada ronde pertama, wasit Jacob Haning bahkan harus menghentikan pertandingan sebanyak dua kali menghitung untuk memberi kesempatan memilihkan kondisi bagi Kenzo yang terus menerima pukulan bertubi-tubi.

Dominasi Timothy semakin tidak terbendung saat memasuki ronde kedua. Ia menunjukkan kematangan teknik yang luar biasa untuk ukuran petinju junior. Meskipun berpostur lebih pendek, Timothy mampu mendikte ritme permainan dan mengendalikan jarak dengan sangat cerdas. Pukulan-pukulannya yang bersarang telak membuat wasit akhirnya mengambil keputusan tegas untuk menghentikan laga demi keselamatan atlet muda Lampung tersebut.

Kemenangan Referee Stop Contest (RSC) pada ronde kedua ini menjadi bukti sahih genetika juara yang mengalir dalam tubuh Timothy. Ia merupakan putra bungsu dari Dufri Masihor, legenda tinju Indonesia peraih medali emas SEA Games 1997.

Kemenangan mutlak ini tidak hanya mengantarkan Timothy ke babak berikutnya, tetapi juga membakar semangat rekan-rekan satu timnya yang bersiap di ruang ganti.

Euforia Sulsel berlanjut di sektor putri melalui penampilan memukau dari Andini. Turun sebagai partai pembuka di Bout 52 kelas Elite Women’s minimum 45 -48 Kg, Andini memikul ekspektasi besar sebagai tumpuan medali di sektor putri.  Berada di sudut merah, petinju yang bercita-cita mulia menjadi anggota TNI Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) ini menghadapi tantangan berat dari Ona Antriny Pais.

Lawan yang dihadapi Andini bukanlah petinju sembarangan. Ona Pais dari Papua Pegunungan adalah peraih medali emas keldi kelasnya pada PON XX papua 2021 lalu. Dia juga memiliki daya tahan fisik yang sangat tangguh. Gaya pertarungan dengan pukulan-pukulan liar yang berbahaya.

Sadar akan potensi bahaya dari gaya bertarung lawan, Andini bersama tim pelatih menerapkan strategi yang sangat disiplin dan cerdas. Alih-alih meladeni adu bogem mentah yang berisiko, Andini memilih untuk bermain taktis dengan menjaga jarak aman dan fokus mengumpulkan poin demi poin.

Pergerakan kakinya yang lincah dan counter punch yang akurat membuat Andini berhasil mendikte sepanjang tiga ronde penuh. Strategi cerdas ini berbuah manis dengan kemenangan angka mutlak 5-0 dari lima wasit di bawah ring.

Menutup hari yang sempurna bagi kontingen Sulsel, Otto Gesler yang dijuluki sebagai sang monster naik ring di Bout 51 kelas Men s Cruiser 86 kilogram. Bertarung dari sudut biru ring 1, prajurit TNI AD dari Yonif Kostrad Kariango ini menunjukkan kelasnya sebagai petinju kelas berat yang disegani.

Otto berhadapan dengan Abdullah Mansyur Sagala, petinju tangguh perwakilan dari Riau. Pertarungan kelas berat ini berjalan dengan tensi tinggi dan jual beli pukulan hingga menguras fisik. Namun, ketangguhan mental dan fisik sebagai seorang prajurit Kostrad membuat Otto Gesler mampu meredam setiap agresivitas lawan.

Otto berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan, sekaligus memastikan dominasi total Sulawesi Selatan pada hari ketiga tersebut.

Keberhasilan menyapu bersih tiga kemenangan di tiga kelas berbeda ini mendatangkan rasa haru dan bangga yang mendalam bagi Ketua Pengprov PERTINA Sulsel, Harpen Reza Ali. Putra dari Ketua Umum PP PERTINA periode 2012-2016 ini menegaskan bahwa ujian mental terbesar telah berhasil dilewati oleh anak didiknya di fase penentu ini. Sulsel kini telah mengantongi tiga tiket final lewat Andini, Otto Gesler, dan Hindriawati Haer di kelas 60 kilogram elite putri.

Namun, kegembiraan tim pelatih yang dipimpin oleh Dufri Masihor hanya bertahan sesaat. Tugas berat langsung menanti di hari Kamis, di mana tiga putra kandung Dufri atau yang dikenal sebagai Masihor Bersaudara akan bertarung di partai hidup-mati demi tiket final. Mereka adalah Josua Holy Masihor di kelas elite 57 kilogram, Josafat Brayan Masihor di kelas 48-50 kilogram junior putra, dan si bungsu Timothy Masihor yang kembali diuji kemampuannya.

Manajemen tim kini harus memutar otak untuk membagi tugas corner-man agar pendampingan kepada ketiga bersaudara Masihor ini dapat berjalan maksimal di dua sesi berbeda. Jika ketiganya mampu memenangkan pertarungan hari ini, Sulsel tidak hanya menambah pundi-pundi finalis, tetapi juga mengirimkan sinyal keras ke seluruh penjuru negeri bahwa pembinaan olahraga tinju di Kota Daeng tetap hidup dan terus melahirkan pahlawan-pahlawan baru di atas ring.(asriel)