Bagi Hillary, membawa kejurnas ke dalam mall bukan sekadar menyajikan tontonan gratis bagi pengunjung belanja. Ini adalah manifesto pembinaan. Ruang ring itu nantinya akan menjadi kawah candradimuka. Tempat di mana karakter, kedisiplinan, sportivitas, dan rantai regenerasi atlet nasional dirajut kembali.
Namun, Hillary tahu betul bahwa niat baik saja tidak cukup di dunia olahraga modern. Profesionalisme manajemen adalah harga mati. Sebelum meminta pemerintah melangkah bersama, ia memastikan dapur organisasinya sudah bersih dan siap beroperasi dengan standar tertinggi.
“Kami ingin meyakinkan bahwa sebelum kegiatan Menko IPK ini kami selenggarakan, kami bereskan dulu,” ujar Hillary mantap. Kalimat ini mencerminkan komitmen kuat kepengurusan baru PERTINA yang enggan menyisakan celah administrasi sebelum melangkah ke arena yang lebih besar.
Sikap profesional itu memetik respons hangat dari tuan rumah. AHY, yang dikenal lekat dengan dunia olahraga dan kedisiplinan militer, langsung menangkap frekuensi yang sama. Baginya, membangkitkan tinju nasional membutuhkan pendekatan yang jauh melampaui urusan otot semata.
“Peningkatan prestasi atlet tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga membutuhkan strategi, disiplin, dan keteguhan mental,” ungkap AHY. Matanya menyiratkan keseriusan seorang pemimpin yang paham bahwa mental juara tidak lahir dari ruang hampa.
Dalam perbincangan yang mengalir, AHY sempat merefleksikan drama lapangan hijau saat Indonesia berhadapan dengan Thailand baru-baru ini. Sebuah laga yang menguras emosi hingga menit akhir. ”Kemenangan wajib disyukuri,” kata AHY. Namun ia mengingatkan bahwa prestasi olahraga sebuah bangsa yang besar tidak boleh digantungkan pada dewi fortuna atau sekadar keberuntungan.
Tinju, di mata AHY, adalah warisan kebanggaan. Indonesia pernah mencatat nama-nama legendaris di panggung dunia. Lewat kepengurusan PERTINA yang baru ini, ada harapan besar agar kejayaan masa lalu itu bukan sekadar menjadi dongeng pengantar tidur, melainkan pelecut bagi lahirnya petinju-petinju muda yang disegani di sirkuit internasional.
“Kita siap untuk berkolaborasi, siap untuk men-support,” pungkas AHY dengan senyum optimis.
Pertemuan siang itu akhirnya usai, namun hentakan tangan yang terbungkus sarung tinju pertanda kebangkitan itu baru saja dimulai dari ruang kerja Menko, menuju ring Pluit Village, dan bersiap mengguncang dunia.(asriel)







