Dukungan penuh itu kian bergemuruh saat Harpen Reza Ali menyaksikan Timothy mendaratkan hantaman keras tepat di dagu lawan pada ronde pertama. Pukulan telak tersebut memaksa wasit Atifni asal Aceh menghentikan pertandingan sejenak demi memberikan hitungan dan kesempatan memulihkan kondisi bagi Rahmat yang tampak limbung.
Memasuki ronde kedua dan ketiga, dominasi Timothy semakin tidak terbendung seiring teriakan penyemangat Harpen Ali yang terus menggema. Timothy menunjukkan kematangan teknik luar biasa dengan kecerdasan mengendalikan jarak dan ritme permainan hingga lima hakim ring kompak memberikan kemenangan mutlak 5-0 untuk Sulsel.
Kemenangan ini membuktikan genetika juara dari Dufri Masihor, legenda tinju Indonesia peraih emas SEA Games 1997, mengalir deras dalam nadi Timothy. Keberhasilan sang bungsu langsung membakar motivasi kakaknya, Yosafat Daniel Bryan Masihor, di ruang ganti.
Turun di kelas 48-50 kg junior putra, siswa SMA Negeri 2 Makassar ini menyusul jejak adiknya dengan mengkandaskan ambisi petinju Sulawesi Utara yang dikenal garang, Ezra Arjuna Montung, lewat kemenangan telak 5-0.
Napas kemenangan dinasti Masihor kian sempurna lewat penampilan sang kakak tertua, Josua Holy Masihor. Meski peraih medali emas kelas 54 Kg PON XXI Aceh-Sumut 2024 ini harus naik ke kelas 57 Kg elite putra, ia tetap tampil perkasa. Dengan mudah menumbangkan wakil Sumatera Barat, Akbar Aroya.
Keperkasaan Sulsel juga menjalar ke sektor elite putri melalui Andini yang bertarung di kelas 45-48 kg. Andini menorehkan kejutan besar dengan menumbangkan Ona Antriny Pais, petinju andalan Papua Pegunungan yang merupakan pemilik medali emas PON XX Papua 2021.
Euforia kontingen Sulsel kian membara di kelas berat 86 kg elite putra melalui aksi memukau Otto Gesler. Prajurit TNI AD dari Yonif Kostrad Kariango ini mempertontonkan ketangguhan mental baja saat terlibat duel fisik tensi tinggi melawan Abdullah Mansyur Sagala dari Riau yang berakhir dengan kemenangan meyakinkan bagi sang prajurit.
Hari yang sempurna bagi Sulsel akhirnya ditutup dengan manis pada Jumat, 23 Oktober 2026 sore oleh Hindriawati Haer. Peraih perunggu PON XXI ini tampil disegani di kelas 60 kg elite putri setelah menundukkan petinju andalan Jawa Barat, Jollisia Lula Isikawar, sekaligus menegaskan hegemoni total Sulsel di turnamen ini.
Kini, fokus Sulsel terbagi pada dua hari krusial. Pada Sabtu, 24 Oktober 2026, duo kategori junior akan berlaga di mana Timothy menantang Satria Yudha (Kalsel) dan Bryan meladeni Muhammad Obama (Banten).
Sementara pada Minggu, 25 Oktober 2026, empat partai elite akan tersaji: Andini melawan Reyne Paulin (Jabar), Hindriawati melawan peraih emas Popnas 2025 Sumiarni Siboro (Riau), Josua Holy ditantang Chandra David Beckham (Riau), serta Otto Gesler yang tampil di partai pamungkas menantang Sandyarto Farosa (DKI Jakarta).(asriel)




