INDONESIANUPDATE.ID, JAKARTA | Panggung megah bagi masa depan tinju amatir Indonesia siap digelar. Sebanyak lebih dari 400 petinju dari 35 provinsi di seluruh penjuru tanah air dipastikan turun gelanggang dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir 2026.
Kejurnas akan memperebutkan piala bergengsi dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) dalam kompetisi yang dijadwalkan berlangsung pada 19 hingga 25 Oktober 2026 di Pluit Village Mall, Jakarta.
Kejuaraan ini bukan sekadar turnamen biasa, melainkan fondasi awal dari cetak biru prestasi internasional. Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP PERTINA) menegaskan bahwa ajang ini menjadi instrumen vital dalam program kerja nasional. Melalui karpet merah kejurnas ini, bakat-bakat mentah dari daerah akan disaring ketat demi mengenakan jersey merah-putih di panggung dunia.
Ketua Umum PP PERTINA, Dr. Hillary Brigitta Lasut, SH, LLM, mengatakan kompetisi ini dirancang sebagai hulu dari pencarian atlet potensial. Para jawara dan petinju yang memperlihatkan bakat luar biasa tidak hanya pulang membawa piala.
“Petinju-petinju terbaik dan berbakat diproyeksikan masuk ke dalam skuad Tim Nasional (Timnas) Indonesia untuk mengikuti berbagai ajang single event maupun multievent tingkat global,’ kelas Hillary Brigitta Lasut.
Target yang dibidik PP PERTINA di bawah nakhoda Hillary terbilang besar dan terukur. Indonesia sedang bersiap membidik prestasi tertinggi di Asian Boxing Championship, SEA Games, Asian Games, hingga menembus ketatnya kualifikasi Olimpiade. Oleh karena itu, Kejurnas ini menjadi kawah candradimuka yang krusial untuk menempa kesiapan mental dan fisik para atlet sebelum bertarung di level internasional.
Selain mencari prestasi instan, turnamen ini menitikberatkan pada aspek keberlanjutan. Kategori usia muda seperti Junior (15–16 tahun) dan Youth (17–18 tahun) sengaja diberikan panggung besar. Tujuannya jelas: mengasah kemampuan teknis sejak dini, menambah jam terbang bertanding di atmosfer kompetisi yang ketat, serta menanamkan kedisiplinan baja pada diri petinju masa depan ini.
Bagi pengurus di tingkat daerah, Kejurnas yang mempertemukan perwakilan Pengurus Provinsi (Pengprov) se-Indonesia ini menjadi cermin evaluasi. Hasil akhir dari setiap pertandingan akan menjadi data berharga bagi para pelatih lokal. Melalui rapor di Kejurnas, setiap daerah dapat mengukur sejauh mana efektivitas dan keberhasilan program latihan yang telah mereka jalankan selama ini.
Pentingnya kontinuitas kompetisi juga ditegaskan oleh Ketua Bidang Teknik Kepelatihan PP PERTINA, Pahotma Sitompul. Pria yang akrab disapa Ucok ini menjelaskan bahwa penyelenggaraan kompetisi secara rutin adalah kunci untuk menjaga denyut nadi olahraga jotos di tanah air agar tidak vakum.
“Semakin banyak panggung kompetisi terstruktur, semakin tinggi pula minat generasi muda untuk menyalurkan bakat mereka ke jalur prestasi yang positif,” katanya.
Apresiasi senada datang dari Wakil Ketua Umum PP PERTINA, Harpen Reza Ali. Ia menilai Kejurnas ini sebagai pendorong utama dalam menumbuhkan ekosistem tinju yang sehat di Indonesia. Sebagai sosok yang juga memimpin Pengprov PERTINA Sulawesi Selatan (Sulsel), Harpen melihat gairah besar dari daerah-daerah untuk menyukseskan visi pembinaan atlet muda pada kategori junior dan youth ini.
“Antusiasme tinggi dari seluruh penjuru negeri ini tercermin dari lonjakan jumlah peserta yang mendaftar. Hingga Sabtu malam, 10 Oktober 2026, panitia mencatat lebih dari 400 petinju telah terdaftar secara resmi. Angka ini membuktikan bahwa kerinduan akan kompetisi tinju amatir berkualitas tinggi sangat dinantikan oleh para atlet di 35 provinsi,” ujar Harpen Reza Ali.
Dengan persaingan yang terbagi ke dalam tiga kategori utama—Junior, Youth, dan Elite untuk putra maupun putri—Pluit Village Mall dipastikan akan menjadi saksi lahirnya pahlawan-pahlawan baru ring tinju Indonesia.
Selama satu pekan penuh, publik Jakarta akan disuguhkan duel-duel sengit penuh teknik, demi satu tujuan: membawa tinju Indonesia kembali disegani di kancah dunia.(riel)






