Ini Harapan Pengurus Cabor Kepada Pengurus KONI Makassar yang Baru

60
Pengurus cabor berkumpul di depan kantor KONI Kota Makassar saat mengangtar Ahmad Susanto mendaftar sebagai calon ketua KONI peride 2022-2026.(FOTO: SYAH/IU)

INDONESIANupdate.id | PENGURUS Cabang Olahraga (Cabor) menaruh harapan besar kepada pengurus KONI Kota Makassar yang baru dilantik. Minimnya sarana olahraga dan anggaran pembinaan jadi keluhan.

Harapan itu datang dari 39 cabor binaan KONI Kota Makassar. Apalagi pada September 2022 mendatang ratusan atlet Makassar akan bertarung demi membawa nama harum  Makassar di pesta olahraga multi event empat tahunan,  Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kabupaten Sinjai dan Bulukumba.

Ketua Umum Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI) Kota Makassar Ayuszar Manzir misalnya. Ia berharap Ahmad Susanto sebagai Ketua Umum yang baru akan konsisten dengan apa yang pernah dijanjikan, membawa KONI Makassar bisa jauh lebih baik dari sebelumnya.

Bagi Yuzar, Porprov XVII di Sinjai dan Bulukumba akan menjadi parameter keberhasilan awal kinerja pengurus KONI Makassar kedepannya.

‘’Pada Porprov (Porda) nanti, bagi saya target Makassar tidak hanya sekadar mempertahankan juara umum dan meraih sebanyak-banyaknya medali emas. Tetapi lebih dari itu bagaimana atlet-atlet kita bisa memecahkan rekor,” tegas Yuzar yang sehari-hari berporfesi sebagai lawyer ini.

Sementara itu untuk proses pembinaan atlet, Yuzar juga berharap pola pembinaan usia dini tetap menjadi harapan besar untuk diperhatikan oleh KONI.

‘’Bagamana modelnya nanti kita bicarakan tehnisnya. Saya kira hal itu juga sejalan dengan keinginan Walikota Makassar untuk melakukan pembinaan usai dini sehingga stok atlet muda lebih banyak agar prestasi bisa berkesinambungan,” ujarnya.

Harapan serupa datang Pengurus Besar Persatuan Bola Voli (PBVSI) Kota Makassar. Pembinaan usia dini juga menjadi harapan dia.

‘’Ini harus jadi prioritas. Dan itu sudah kami lakukan di voli. Cabor-cabor lain, juga begitu. Selanjutnya tentu kami serahkan kepada KONI sebagai induk dari organisasi cabor,” kata Herman.