Demi Meningkatkan Kualitas Petinju Pertina Gandeng Universitas Ternama di Asia

9

Sementara itu Prof Kim menegaskan komitmen Yong In University untuk menyokong sektor pendidikan dan penelitian bersama Chinese Culture University yang berfokus pada pelatihan internasional dan riset akademis.

Prof Kim mengakui melihat potensi besar dari atlet Indonesia. “Petinju Indonesia punya semangat juang tinggi. Kami siap berbagi pengalaman dan belajar bersama-sama,” katanya.

Akan halnya Chinese Culture University Boxing Team, merles berharap kerja sama ini bisa mempererat hubungan olahraga antara Indonesia dan Taiwan, khususnya melalui pertukaran budaya di luar ring.

Turut hadir pada penandatangan MoU sejumlah jajaran PP Pertina. Di antaranya Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri (Kabid Hublu) Mayjen TNI (Purn) Syachrial Effendihi Siregar, Mayjen TNI (purn) Roni Pasaribu, Vinky Montolalu (Binpres) dan Ucok Sitompul (Komisi Teknis).

Fokus Kerja Sama: Pelatihan dan Pertukaran Atlet

Dalam kerja sama ini, Pertina dan kedua universitas sepakat untuk mengembangkan tinju amatir melalui beberapa program utama:

1. Pelatihan Bersama/Joint Training Camp.
Atlet dan pelatih tinju Indonesia akan mengikuti pemusatan latihan di Korea Selatan dan Taiwan secara bergantian. Sebaliknya, atlet dari Yong In University dan Chinese Culture University juga akan datang berlatih di Indonesia.

2. Pertukaran Pelatih dan Ilmu Kepelatihan
PERTINA akan mengirim pelatih nasional untuk magang dan belajar metodologi pelatihan modern yang diterapkan di Yong In University, yang dikenal sebagai salah satu pencetak atlet tinju dan olahraga bela diri terbaik di Korea.

3. Uji Coba dan Turnamen Persahabatan
Kedua belah pihak akan menggelar pertandingan uji coba rutin untuk memberi jam terbang internasional bagi petinju muda Indonesia sebelum menghadapi event seperti SEA Games dan Olimpiade.(asriel)