Zircon, Rudal Hipersonik Rusia yang Mampu Sasar Target Sejauh 400 Km

56
ILUSTRASI Rudal Zicron.(IST)

INDONESIANupdate.id |  RUSIA menyerang Ukraina menggunakan rudal hipersonik Kinzhal terbarunya pada Jumat 18 Maret 2022 waktu setempat. Sasarannya, tempat penyimpanan senjata di wilayah barat Ukraina.

Zicron merupakan sistem senjata hipersonik paling ringan dari enam senjata  berkecepatan tinggi yang diluncurkan Presiden Rusia Vladimir Putin pertama kali pada 2018 lalu.

Zicron dirancang untuk menetralkan kapal perang musuh pada jarak yang ekstrem. Dibangun di atas kemampuan yang sudah tangguh dari Kalib 3M54. Rudal ini menjadi rudal jelajah anti-kapal paling mampu yang digunakan oleh kapal perang Rusia.

Kalibr memiliki jangkauan 660km  atau lebih dari dua kali lipat dari rudal subsonik Harpoon Amerika. Kecepatan tumbukannya sekitar 3 Mach.

Sedangkan Zicron akan memiliki jangkauan lebih dari 1000 km dan kecepatan tumbukan antara 8 Mach dan 9 Mach.  Ini cukup untuk merobek setengah dari kapal perang besar menjadi dua dan melumpuhkan kapal induk dengan satu tembakan yang menyasar daerah yang tepat.

Hulu ledak Zicron sangat bermanuver dan canggih penanggulangan perang elektronik akan membuat rudal secara teori sangat sulit untuk dicegat. Bahkan sistem pertahanan rudal paling modern yang ada di dunia saat ini. Dengan kecepatan 3 Mach, Kalibr akan menjadi tantangan serius bagi sistem pertahanan Aegis yang dikerahkan oleh kapal Amerika dan sekutunya.

Hal ini secara efektif memungkinkan semua kapal perang Angkatan Laut Rusia untuk mengintegrasikan rudal tersebut. Diperkiraan harga rudal ini sangat mahal. Bahkan lebih mahal daripada Kalibr sebelumnya.

Kapal perusak Rusia pertama dilengkapi dengan rudal adalah Marshal Shaposhnikov. Kapal ini akan dikerahkan di bawah armada Pasifik negara itu.

Dengan membawa Zircon, Rusia memiliki potensi untuk memperoleh keunggulan mendapatkan beberapa pengaruh besar di Asia Timur Laut. Bahkan berpotensi bekerja sama militer China ke arah tatanan regional alternatif dari dominasi maritim Barat.

Rusia telah menyediakan beberapa perangkat keras militernya kepada China. Bahkan yang paling sensitif. Seperti rudal hipersonik 40N6E untuk sistem S-400.

Sebuah rudal buatan sendiri dengan kemampuan  mirip  Zicron akan memberikan kapal perusak baru China seperti Type 052D dan Type 055 akan memiliki keunggulan besar atas saingan Barat dan Jepang.(syah)