Menurut ARA, BOR Merdeka tidak boleh berhenti dimaknai sebagai olahraga otomotif semata. Di balik lumpur dan tanjakan ekstrem, ada misi ekonomi yang bergerak.
Setiap titik singgah rombongan off-roader, kata dia, menjadi berkah bagi ekonomi mikro. Warung-warung kecil hidup, pelaku UMKM di destinasi wisata kebanjiran pembeli, dan perputaran uang terjadi di tingkat paling bawah.
“Ekonomi mikro bisa berputar. Usaha-usaha kecil bisa berputar di tempat-tempat yang kita datangi. Termasuk di tempat wisata,” jelasnya.
Tak hanya itu, BOR Merdeka juga membawa misi sosial. Bersama pemerintah setempat, IOF menyalurkan bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan. Seperti yang dilakukan di Parepare dan Sidrap.
Bagi ARA, off-road adalah tentang jejak yang tertinggal. Bukan hanya jejak ban di tanah, tetapi jejak kepedulian.
“Insyaallah event BOR ini adalah event tahunan. Kita selalu berupaya melaksanakan kegiatan yang memberikan kepedulian. Apa yang bisa kita perbaiki, maka kita akan lakukan dan apa yang bisa kita bagikan, kita akan berbagi di tengah-tengah masyarakat,” kata ARA yang juga menjabat Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, ini.(Sri Syahril)







