Saharuddin Anhar, Petinju Raja Kelas Berat era 90 Asal Makassar Meninggal Dunia

15
Almarhum Saharuddin Anhar, (Kiri). Dok Pertina Sulsel

INDONESIANUPDATE | MAKASSAR, Petinju legendaris adalan Sulawesi Selatan asal Kota Makassar yang di eranya dikenal sebagai ‘Raja Kelas Berat’, Saharuddin Anhar meninggal dunia karena sakit.

Peraih medali emas PON XV Jawa Timur 2000 ini meninggal dunia di rumah kontrakannya uang sangat sederhana di Kompleks Kodam Lama Lorong 15, Borong, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Di Ra 90-an sampai 2000-an Saharuddin Anhar, dikenal sebagai raja kelas berat. Sebelum wafat ayah enam anak ini tengah berjuang melawan komplikasi penyakit gula darah dan ginjal sejak lima tahun terakhir.

Duding begitu ia kerap disapa. Bertahan hidup hingga usia 55 tahun. Selama ini ia menghabiskan hari-harinya di rumah kontrakannya yang sangat+sangat sederhana bersama enam orang anaknya.

Semasa menjadi atlet, Dudding pernah mengukir sejumlah prestasi. Diantaranya meraih medali emas kelas berat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XV 2000 di Surabaya.
Dia juga punya prestasi internasional sebagai juara Sarung Tinju Emas (STE) 2000, 2001.
Juga pernah mewakili Indonesia pada ajang SEA Games, dan Asian Games.

Kondidis Dudding lima tahun terakhir sungguh memprihatinkan. Ia tak lagi bisa bekerja. Jangankan berjalan. Untuk berdiri pun ia harus dibantu. Dudding harus dipapah oleh anak-anaknya.

Sementara untuk menghidupi keluarganya, perannya terpaksa digantikan oleh Suriyati, sang istri yang harus bekerja serabutan agar dapurnya tetap mengepul.

Ketua Umum Pengurus Pusat periode 2012-2016 A. Reza Ali menyampaikan turut berduka cita atas kepergian almarhum. “Innalillahi Wainailahi Rojiun. Semoga Almarhum ditempatkan di tempat yang layak di sisi Allah SWT,” kata Reza Ali.

Mantan anggota DPRD RI ini mengenang masa-masa kejayaan Dudding di era 90-an. ‘”Almarhum itu dikenal sebagai raja kelas berat di eranya,” ungkap Reza Ali.

Ketua Pengprov PERTINA Sulsel Harpen Reza Ali merasa kaget mendengar kabar duka ini. Ia juga menghaturkan turut berduka cita atas meninggalnya legenda tinju Sulsel yang pernahembawa nama harus Sulsel dan Indonesia di kancah tinju amatir. Khusunya di era +90-an.

”Innalillahi Wainailahi Rojiun. Turut berduka cita atas meninggalnya petinju legendaris Sulsel. Semoga Almarhum mendapat tempat yang layak di sisi-Nya,” kata Harpen Ali.(riel)