Raih Predikat Cumlaude Komjen Yudhiawan Wibisono Raih Gelar Doktor di IPB

29
Komjen Pol. Dr. Yudhiawan Wibisono, S.IK, SH, M.Si, MH, Irjen Kementrian ESDM saat mempertahankan disertasinya berjudul Model dan strategi tata niaga minyak goreng dalam rangka peningkatan ketahanan pangan.(DOK)

INDONESIANUPDATE.ID, MAKASSAR | Komisaris Jendral (Komjen) Yudhiawan Wibisono meraih gelar Doktor dengan predikat Cumlaude di Institut Pertanian Bogor (IPB), Rabu, 21 Januari 2026. Gelar Doktor Manajemen dan Bisnis tersebut diraih setelah Inspektur Jendral (Irjen) Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) ini berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Model dan strategi tata niaga minyak goreng dalam rangka peningkatan ketahanan pangan”.

Perwira Tinggi Polri berpangkat bintang tiga ini meraih IP 4.0 pada sidang terbuka promosi doktor ke-40 yang dipimpin Prof Dr Ir. Mohammad Syamsul Ma’arif, M.Eng. Di tengah kesibukannya sebagai Irjen Kementrian ESDM  alumni Akademi Kepolisian 1991 ini berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 41 bulan.

Pada pemaparannya di depan sidang terbuka Yudhiawan memaparkan metode penelitiannya secara gamblang dan lugas. Pria kelahiran Klaten 19 Oktober 1967 ini mengungkapkan model dan strategi tata niaga minyak goreng dalam rangka peningkatan ketahanan pangan.

“Termasuk seperti apa model konseptual tata niaga minyak goreng yang ideal dan merumuskan strategi tata niaga minyak goreng di Indonesia saya paparkan dalam disertasi ini,” tegas mantan Kapolrestabes Makassar, Kapolda Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan, ini.

Komjen Pol. Dr. Yudhiawan Wibisono, S.IK, SH, M.Si, MH, Irjen Kementrian ESDM.(DOK)

Di bagian lain mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini menguraikan enam kebaruan tata niaga minyak goreng di Indonesia. Masing-masing pertama rumusan peta rantai pasok dan tata niaga minyak goreng melalui sistem distribusi di Indonesia.

“Kedua rumusan penilaian penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng di Indonesia melalui Regulatory Impact Assesment. Ketiga model konseptual tata niaga minyak goreng dalam rangka peningkatan ketahanan pangan,” urai Yudhiawan.

Selanjutnya, mantan Direktur Koordinasi dan Supervisi II KPK ini menjelaskan terkait formulasi strategi prioritas tata niaga minyak goreng di Indonesia. “Yang kelima ditemukan Proses Bisnis Minyak Goreng. Dan keenam dihasilkan Model dan Strategi Tata Niaga Minyak Goreng,” tambah Yudhiawan.

Yudhiawan juga mengungkapkan tiga metode penelitian yang dilakukan. Masing-masing pendekatan penelitian mix methode, jenis data dan teknik analisis data.

Di bagian lain penjelasan Yudhiawan menyebut ada tiga rubrikasi penelitian yang dilakukan. Dua skala internasional dan satu skala nasional. “Termasuk kami juga membuat buku Tata Niaga Minyak Goreng di Indonesia,” ungkap Yudhiawan.(sri Syahril)