INDONESIANUPDATE.ID, MAKASSAR | Ketegangan geopolitik global memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dunia. Namun di tengah situasi tersebut, optimisme justru muncul dari politisi dan pengusaha muda Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Rahmat Manggabarani.
“Konflik atau perang tidak selalu identik dengan kehancuran semata. Ada ruang peluang yang dapat dimanfaatkan, terutama bagi pihak yang mampu membaca arah perubahan dengan cermat,” tegas Rahmat saat
tampil sebagai salah satu narasumber pada Forum Economic Outlook in War 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Kajian strategis (Bakastra) BPD HIPMI Sulsel, Kamis 30 April 2026.
Forum ini mengusung tema “Mitigasi Risiko, Optimalisasi Peluang” sebagai respons atas dinamika geopolitik global yang kian memengaruhi stabilitas ekonomi nasional maupun daerah.
“Setiap perang selalu membuka peluang baru. Yang membedakan hanyalah sejauh mana kita mampu membaca situasi dan menganalisis dampaknya,” ujarnya di hadapan peserta forum.
Mantan ketua HIPMI Sulsel ini juga menyoroti kondisi ekonomi global yang saat ini terdampak konflik di kawasan Selat Hormuz. Menurutnya, situasi tersebut memiliki kemiripan dengan krisis yang terjadi saat pandemi COVID-19. “Tekanan ekonomi dirasakan hampir di seluruh sektor,” katanya.
Meski demikian, ia menilai pengalaman menghadapi pandemi menjadi bekal penting bagi Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian saat ini.
Adaptasi, inovasi, serta kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk tetap bertahan dan bahkan tumbuh di tengah krisis.
“Kita pernah melewati masa sulit itu, artinya kita juga punya kapasitas untuk bertahan dan bangkit di tengah tekanan global yang kembali terjadi,” tegas rahmat manggabarani
Forum Economic Outlook in War 2026 menjadi wadah strategis untuk membedah dinamika ekonomi di tengah konflik global yang kian kompleks. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang diskusi strategis yang mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, pertahanan, akademisi, politisi hingga pelaku usaha dalam satu forum terbuka.
Diskusi ini diharapkan mampu menghasilkan perspektif serta rekomendasi yang relevan bagi pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas sekaligus memanfaatkan peluang di tengah gejolak dunia.(clu)








