Perang Kelompok Berujung Maut, Satu Tewas Tertembus ‘Busur’

99
Enam tersangka yang diamankan Polrestabes Makassar.(IST)

INDONESIANUpdate.id | AKSI perang antar kelompok kembali pecah di Makassar. Kali ini terjadi di Jalan Monginsidi Baru, Selasa dinihari 3 Mei 2022.

Ironisnya konflik antar lorong itu berujung maut dan terjadi di saat lebaran. Moment di mana orang saling maaf memaafkan. Lebih ironis lagi akibat aksi ini menyebabkan seorang remaja tewas tertembus anak panah. Korbannya seorang remaja bernama Rahul alias Lalu meregang nyawa tertembus anak panah di dada kananya. Sadis.

Harga nyawa seolah tak ada artinya bagi anak-anak remaja di sejumlah tempat yang sering melakukan ‘perang antar kelompok’. Mereka tak berpikir panjang. Parang, badik, bahkan anak panah (busur) jadi senjata bagi.

Pangkal persoalan, selalu diawali persoalan sepele. Hanya salah paham yang sesungguhnya bisa diselesaikan dengan cara bijak.

‘’Tawuran antar kelompok tersebut dipicu adanya selisih paham antara kelompok satu dengan yang lainnya. Tawuran itu menewaskan satu orang. Kejadiannya tadi malam,” ungkap Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto.

Polisi sudah mengamankan enam orang yang diduga kuat jadipemicu aksi tercela tersebut.

Barang Buktinyang diamankan polisi.(IST)

Budi mengatakan, pihaknya mensinyalir bakal ada tawuran  susulan imbas jatuhnya korban jiwa dini hari tadi. Enam orang tersebut langsung diamankan agar tawuran susulan tak terjadi.

“Menurut dugaan kita mereka akan melaksanakan perkelahian lanjutan,” katanya.

Budhi menjelaskan, penyidik saat ini tengah mendalami peran enam orang yang diamankan.

“Dari hasil tangkapan, kita akan kembangkan  untuk mengetahui permasalahan apa sehingga membawa korban luka dan meninggal,” kata Budi.

“Nanti kita kembangkan. Kita kumpulkan dan kita periksa. Nanti kita akan tahu kira-kira ini untuk pribadi, kelompok mereka atau karena menerima orderan,” imbuhnya.

Selain itu mengamankan enam tersangka juga diamankan barang bukti berupa tombak, parang, busur, ketapel, gurinda dan bor.

“Yang jelas selaku Kapolrestabes Makassar saya tidak menginginkan adanya perkelahian kelompok ini. Pelakuknya akan kita tindak tegas,” cetus Budhi.(risal)