Pemuda Pancasila Sulsel dan JAM Center Indonesia Ajak Kades Kembangkan Ribuan Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Desa

9

10 Provinsi Prioritas 

Ia menjelaskan, Koperasi Desa Merah Putih bergerak pada sektor gerai dan simpan pinjam, sedangkan koperasi yang dibentuk Yayasan JAM Center Indonesia, yakni Koperasi JAM Abadi. Berfokus sebagai koperasi produsen.

“Kami memproduksi telur, daging, serta berbagai kebutuhan pokok atau sembako. Hasil produksi tersebut nantinya akan mendukung kebutuhan Koperasi Desa Merah Putih. Sehingga roda usaha koperasi dapat berjalan,” urai Johan.

Johan menilai dukungan tersebut penting agar koperasi memiliki aktivitas usaha yang berkelanjutan. “Dengan dana Rp500 juta saja. Koperasi tentu membutuhkan dukungan agar tidak berjalan tanpa aktivitas usaha. Kami ingin memberikan dukungan sehingga koperasi benar-benar hidup dan berkembang,” harap Johan.

Johan menegaskan tidak ingin program pemerintah yang mengalokasikan anggaran sangat besar mengalami kegagalan. ”Karena itu, menjadi kewajiban kita bersama untuk menyukseskan program pemerintah ke depan,” imbuhnya.

Untuk mendukung program tersebut, Yayasan JAM Center Indonesia telah menetapkan 10 provinsi sebagai wilayah prioritas pengembangan koperasi pada 2026–2027, dengan Sulawesi Selatan menjadi provinsi keempat setelah Pulau Jawa dan Sumatera.

Kami bergerak dari pulau ke pulau. Saat ini kami sudah hadir di Pulau Jawa, Sumatera, dan kini Sulsel menjadi wilayah keempat yang kami kembangkan,” katanya.

Johan berharap, lebih dari 7.000 desa di Sulsel dapat terlibat dalam pengembangan koperasi. Secara nasional, pihaknya menargetkan terbentuknya sekitar 166 ribu koperasi aktif. Ia juga menyebut Kabupaten Bantaeng menjadi salah satu daerah yang telah lebih dahulu menjalankan program tersebut dengan sekitar 1.800 koperasi yang telah terbentuk.

Terkait pembiayaan, Johan mengatakan seluruh kegiatan dijalankan secara gotong royong oleh kader Pemuda Pancasila. “Untuk anggarannya kami bergotong royong bersama kader Pemuda Pancasila,” pungkasnya.