Makassar Sumbang 3 Atlet dan 1 Pelatih di SEA Games 2022 Vietnam

71
Ketua KONI Kota Makassar Ahmad Susanto.(FOTO: RISAL)

INDONESIANUpdate.id | KOTA Makassar menyumbang tiga atlet dan seorang pelatih pada SEA Games 2021 (2022) Vietnam. Ketiganya adalah Krisda Putri Aprilia (Karate) dan pelatihnya Aswar, Rahmat Erwin Abdullah, angkat besi dan Asnawi Mangkualam Bahar yang dipercaya menjadi kapten Timnas Indonesia U-23 cabor pesepakbola.

Dari tiga atlet asal Makassar, dua di antaranya yakni Krisda dan Rahmat Erwin akan turun di nomor perorangan.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar Ahmad Susanto menaruh harapan besar kepada atlet asal Kota Daeng bisa mengukir prestasi di ajang ini.

‘’Harapan kami tentu atlet-atlet asal Makassar bisa menorehkan prestasi terbaik yang bisa membawa nama baik Makassar untuk Indonesia di SEA Games Vietnam,” kata Ahmad  Susanto.

Krisda Putri Aprilia, Karate

Krisda, merupalan karateka andalan Indonesia di SEA Games. Ia akan turu di nomor kata perorangan putri. Gadis cantik kelahiran 5 April 1999 juga jebolan Porda Pinrang 2018. Di ajang tersebut ia meraih medali emas untuk kota Makassar.

Selama karienya sebagai atlet beladiri, kata perorangan menjadi sangat spesial bagi dia. Krisda sudah mempersembahkan banyak prestasi di berbagai kejuaraan, baik lokal, nasional bahkan internasional di nomor tersebut.

Terakhir, sebelum meninggalkan tanah air menuju SEA Games Vietnam, Krisda meraih medali emas pada ajang South East Asian Karate Federation (SEAKF), akhir Maret 2022 di Kamboja.

Di final mahasiswa STIEM Boengaya ini ini mengalahkan karateka asal Filipina, Torres Rebecca Cyril dan Nguyen Thi Phuong dari Vietnam.  Di SEA Games Vietnam, keduanya kembali akan bertemu dan menjadi rival Krisda.

Sebelumnya di PON XX Papua September 2021 Krisda juga mempersembahkan medali emas untuk Sulsel. Ia mengalahkan seniornya juara bertahan peraih medali emas PON XIX Jawa Barat 2016 asal Jawa Timur, Sisilia Agustiani.

Krisda Putri Aprilia, karateka asal Makassar di SEA Games 31 tahun 2022 Vietnam. (IST)

Rahmat Erwin Abdullah (Angkat Besi)

Atlet andalan Indonesia asal Makassar lainnya yakni Rahmat Erwin Abdullah. Ia adalah lifter peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 kelas 73 kg putra.

Rahmat memulai debutnya di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Sejak saat itu Rahmat mulai naik podium.  Sementara di ajang Internasional ia mulai mengukir prestasi saat mewakili Indonesia di IWF Youth World Championship 2017 di Tokyo. Ia juga andalan Indonesia pasa ajang Asian Games 2018 dan Kejuaraan Dunia IWF 2018 Thailand.

Medali emas pertama Rahmat Erwin ketika berlaga di kelas 73 kg angkatan snatch, Asian Junior Championship 2019 di Pyongyang serta medali emas dalam ajang SEA Games Manila, Filipina. Kemampuan Rahmat Erwin kembali diuji di SEA Games 2021 (2022) di Vietnam.

‘’Saya yakin Rahmat Erwin bisa meraih prestasi di Vietnam,” kata Ahmad Susanto.

Rahmat Erwin Abdullah, lifter Indonesia asal Makassar.(IST)

Asnawi Mangkualam, Sepak Bola

 Sementara itu di cabor sepakbola ada nama Asnawi Mangkualam Bahar. Atlet asal Makassar ini sudah menjadi langganan Timnas Indonesia. Kali ini ia dipercaya menjadi kapten Timnas U-23 di SEA Games Vietnam.

Indonesia sudah mengawali debut pertamanya melawan tuan rumah Vietnam. Namun dipaksa menyerah 0-3 dari Vietnam pada laga perdana Grup A SEA Games 2021 (2022) di Stadion Viet Tri, Jumat 6 Mei 2022. Saat itu eks bek kanan PSM Makassar ini belum main. Putra legenda PSM Bahak Muharram ini absen karena belum diizinkan oleh manajemen Ansan Greeners, klub Liga 2 Korea Selatan, bergabung bersama skuad Garuda Muda.

Kini Asnawi sudah bergabung bersama tim asuhan Shin Tae-yong. Di laga berikutnya ia siap menjadi starter.

Secara keseluruhan Sulawesi Selatan (Sulsel) meloloskan 13 atlet dari lima cabang olahraga (cabor) pada pesta olahraga multi event empat tahunan se Asia Tenggara.

SEA Games  dijadwalkan berlangsung 12-23 Mei 2022. Secara keseluruhan Indonesia mengirim 476 atlet. Mereka tersebar di 31 cabor dari 40 cabor yang dipertandingkan. Komposisi atlet yang dikirim  60 persen junior dan 40 persen senior.

Hal itu sesuai dengan target pemerintah di Olimpiade. Sebanyak 31 cabor yang dikuti 13 cabor masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dan 18 cabang non-DBON.(risal)

Asnawi Mangkualam Bahar.(IST)