Kecewa, Erwin Abdullah : Sulsel Tidak Siap Punya Atlet Juara Dunia

293

INDONESIANUPDATE.ID | Erwin Abdullah, ayah  yang juga pelatih lifter asal Sulsel, Rahmat Erwin Abdullah, pemecah rekor dunia angkat besi  mengaku kecewa dengan sikap KONI Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

Menurutnya, meski anaknya Rahmat Erwin Abdullah baru saja membawa nama Sulsel di kancah internasional sebagai juara dunia pada kejuaraan dunia angkat besi 2022 di Gran Carpa Americas Corferias, Bogota, Kolombia, 10 Desember 2022, lalu namun sama sekali tidak diapresiasi.

”Sama sekali tidak ada respon dari KONI Sulsel, apalagi Pemrov Sulsel. Padahal kami pulang dari kejuraan dunia dan kembali ke Makassar 24 Desember 2022. Saya buat story di’ IG. Saya tag KONI Sulsel dan Dispora Sulsel. Tapi tidak satupun ada tanggapan yang kami dapatkan,” ujar Erwin Abdullah kepada Indonesianupdate.id, Selasa (10/1/2023) sore.

Sebelum menjadi pelatih angkat besi tim merah putih, jauh sebelum anaknya berprestasi Erwin Abdullah juga adalah bagian dari tim Indonesia di berbagai ajang internasional. Termasuk salah satu atlet Garuda pada Olimpiade Athena 2004 silam.  Tidak adanya respon itulah sampai Erwin mempertanyakan komitmen KONI dan Pemprov Sulsel memajukan prestasi olahraga di daerah ini.

”Mungkin Sulsel tidak sangat siap memiliki atlet juara dunia. Ucapan  selamat saja tidak ada,” kata Erwin Abdullah, penuh kecewa.

Erwin juga menyoroti pelitnya Pemprov Sulsel menyediakan anggaran, sarana dan prasarana olahraga bagi atlet untuk berlatih.

”Sungguh luar biasa daerah saya ini. Perlu diketahui yang lebih parahnya lagi, kami cabang angkat besi ini tidak memiliki tempat latihan sampai saat ini pasca Stadion Mattoangin dibongkar hancur,” ungkap Erwin Abdullah.

Hal senada juga disampiakan sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor). Komitmen dan ketidakpedulian Ketua KONI Sulsel, Yasir Machmud terhadap prestasi olahraga Sulsel, tentu saja akan berdampak pada prestasi olahraga di daerah ini, baik di kancah nasional terlebih pada level internasional. Karena itu desakan mundur disuarakan oleh para pengurus cabor.

”Yasir Machmud seharusnya tahu dirilah. Kalau sadar tidak mampu, mending mundur saja sebagai Ketua KONI Sulsel. Dari pada atlet yang sudah latihan keras selama bertahun-tahun jadi korban dan memilih pindah ke daerah lain. Masih banyak orang yang sebenarnya jauh lebih mampu,” tegas Nukhrawi Nawir, akademisi, pengurus sejumlah cabor dan mantan pengurus KONI Sulsel.

Pengurus cabor lainnya mendukung pernyataan Nukhrawi. Bahkan Yasir Machmud dinilai hanya mengumbar janji. Salah satunya,  janji mendapatkan puluhan miliyar dana hibah KONI Sulsel. Ternyata hanya isapan jempol belaka. Nyatanya alokasi anggaran untuk KONI Sulsel tahun anggaran (TA) 2023 tetap hanya Rp 5 miliar. Sama seperti tahun sebelumnya.

”Yang diajukan memang hanya Rp 5 miliar. Padahal kami barharap KONI dan Dispora Sulsel bisa mengajukan Rp 20 miliar, Rp 30 miliar, Rp 40 miliar  atau Rp 60 miliar. Ini kita mau minta pertanggungjawaban mereka, khususnya Pemprov Sulsel. Apalagi tahun ini, semua cabor butuh biaya besar untuk menghadapi Pra PON,” ungkap Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Rahman Pina saat hadir sebagai narasumber pada dialog  terbuka akhir tahun bertema ‘Carut Marut Pengelolaan Olahraga di Sulsel, Strategi dan Solusi yang dilaksanakan di Cafe Ombak, 26 Desember 2022, lalu.

”Ini bukti ketidakseriusan dia mengelolah KONI Sulsel. Katanya dekat dengan Gubernur. Buktikan dong. Kalau tidak bisa, mundur saja,” sebut Sudirman, salah satu pengurus Forki Sulsel.

Yasir Machmud juga dinilai tidak mampu  berkomunikasi dengan Pemprov Sulsel untuk mendapat  anggaran yang memadai.  Seperti kata Rahman Pina, cabor butuh biaya besar guna mengahadapi Pra PON.  Minimnya anggaran untuk KONI Sulsel jadi alasan para pengurus cabor meminta Yasir Machmud segera meletakkan jabatan agar atlet dan prestasi olahraga tidak jadi korban.

Minimnya alokasi anggaran, juga tidak adanya sekadar ucapan selamat kepada Rahmat Erwin Abdullah yang memecahkan rekor dunia dan juara angkat besi dunia menjadi bukti  kerja keras atlet yang selama ini mengharumkan nama baik Sulsel dan Indonesia di kancah nasional maupun internasional, tidak dihargai, baik oleh Keua KONI Sulsel maupun Pemprov Sulsel. (riel) 

Rahmat Erwin Abdullah.(ANT)