INDONESIANUPDATE.ID, MAKASSAR | Jemaah An Nazir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan mengawali puasa Ramadhan 1447 H/2026 M, Rabu, (18/2/2026).
Penetapan awal Ramadhan ini setelah melalui metode hisab atau perhitungan bulan serta pengamatan fenomena tara Surya yang terjadi di berbagai daerah serta belahan dunia lainnya, Selasa, (17/2/2026).
Jemaat An Nazir bermukim di pesisir Danau Mawang, Kelurahan Romanglompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Penetapan 1 Ramadhan ini dilakukan setelah melalui metode hisab atau perhitungan bulan. Jemaah An Nazir melakukan perhitungan dengan mengambil patokan bahwa 1 Syaban 1447 H bertepatan dengan Senin 19 Januari 2026.
Pergantian bulan (konjungsi/ ijtima/ new moon) terjadi pada dini hari jam 02.51 WIB dan 03.53 Wita. Hasil pengamatan Tim Pemantau An Nazir untuk tiga bulan purnama 14, 15, dan 16, bertepatan dengan hari Minggu tanggal 1, Senin tanggal 2 dan Selasa tanggal 3 Februari 2026 hingga pada tanggal 28 Syaban 1447 H bertepatan dengan Ahad 15 Februari 2026, bulan terbit di ufuk Timur pukul 04.02 Wita dan tenggelam di ufuk Barat pukul 16.45 Wita.
Tim Pemantau melihat bulan sabit di Timur dengan kain tipis hitam, nampak bulan sabit bersusun tiga yang berarti aslinya satu bayangannya dua, artinya bulan sabit tua masih terbit dua kali lagi di ufuk Timur, yakni 29, dan 30 Syaban 1447 H, yang bertepatan dengan hari Senin dan Selasa tanggal 16, dan 17 Februari 2026.
“Bulan Syaban genap terhitung 30 hari dan pada akhir Syaban 1447 H/2026, bulan terbit di ufuk Timur pukul 05.44 WITA dan masih sampai tenggelam di ufuk Barat pukul 18.18 Wita,” kata Samiruddin Pademmui, pimpinan jamaah An Nazir, Selasa.
Selasa 17 Februari 2026, terjadi perpisahan bulan (kongjungsi/ijtima/new moon) pada malam hari pukul 20.03 Wita dan pukul 19.01 WIB dari bulan Syaban ke Ramadhan 1447 H/2026 M. Hal ini juga diperkuat dengan terjadinya peristiwa Gerhana Matahari Cincin (Annular Solar Eclipse) di Benua Eropa, khususnya di Antartika dan Amerika Selatan.
Meskipun di Indonesia tidak nampak karena waktunya bertepatan malam hari. “Berdasarkan hasil pemantauan dan perhitungan Tim Pemantau Bulan di beberapa daerah tersebut, dengan mengharapkan Rahmat dan Ridho Allah Subhanahu Wata’ala, maka diputuskan dan ditetapkan bahwa An Nadzir mulai puasa 1 Ramadhan 1447 H pada hari Rabu 18 Februari 2026,” kata Samiruddin Pademmui.
Pimpinan An Nazir juga mengungkap bahwa metode hisab yang dijalankannya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta astronomi. Bahkan aplikasi perhitungan tersebut bisa terkoneksi melalui aplikasi telepon seluler dan android.(*)







