Imbas Tragedi Kanjuruhan, PSM Makassar Pasrah

47
Dirut PSM Makassar Sadikin Aksa.(FOTO: RISAL)

INDONESIANUPDATE.ID | Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan lebih 100 suporter usai laga Arema kontra Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu malam (1/10/2022), menyisahkan  luka mendalam bagi rakyat Indonesia.

Tragedi ini membuat PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI sepakat menunda sisa laga Liga 1 Indonesia selama sepekan.

Menyikapi hal itu Sadikin Aksa, CEO PSM Makassar yang baru hanya bisa pasrah. Meski mengaku tidak mau banyak bicara terkait tragedi kelam tersebut karena menunggu arahan dari Liga dan PSSI, namun Sadikin sangat menyayangkan kejadian itu.

“Memang sangat disayangkan. Ini tentu saja akan berdampak besar terhadap industri sepakbola Indonesia,’’ tegas Sadikin, kepada wartawan di Makassar Minggu pagi (2/10/2022).

Menurut Sadikin, pasca pandemi ini industri sepak bola Indonesia lagi maju-majunya. ‘’Malah banyak yang mengatakan, ini lebih maju dari jaman kejayaan kita waktu 2019,” seru Sadikin.

“Mungkin karena dua tahun kita pandemi Covid-19, dan baru lagi berhadapan dengan entertainment sepak bola. Tapi kejadian kemarin sangat disayangkan. Bagi saya, apa pun kejadiannya semua ada hikmahnya. Mudah-mudahan ini hikmah untuk memperbaiki sepak bola Indonesia ke depan,” sambungnya.

Sadikin mencontohkan kerusuhan sepak bola yang terjadi di beberapa negara. “Dulu semenjak ada kejadian seperti itu, pasti ada dampaknya. Mungkin dari kita, ambil positifnya, walaupun tetap menyayangkan apa yang telah terjadi. Harapannya, ke depan jauh lebih bagus,” ujarnya.

Bagi Sadikin, kondisi tersebut, bisa menjadi catatan bagi PSSI dan PT Liga untuk berbenah. Kembali memperbaiki diri. Memperbaiki dari segi keamanan. Agar jika menonton di stadion orang bisa merasa aman.

“Jadi banyak orang melihat jika kejadian kemarin itu perkelahian antarsuporter, padahal bukan. Jadi kami harapkan PSSI dan PT Liga bisa memberi catatan. Kami dari PSM tida bisa komentar apa-apa sebelum mendapat berita dari liga dan PSSI,” katanya.

Menurut Sadikin, sejauh ini, PSM baru menerima surat penundaan laga selama seminggu, belum ada yang lain. Yang berakibat penundaan laga kedua kalinya bagi PSM. Dan memang belum bisa mengambil keputusan sebelum ada surat resmi dari PSSI.

“Pasti FIFA turun tangan. Kalau PSSI tidak bisa turun tangan sesuai keinginan FIFA. Jadi apa pun keputusannya PSM harus ikut. Kita tidak mau membuat statemen aneh-aneh. PSM pasti ikut apapun itu,” tegas Sadikin.(risal)