INDONESIANUPDATE.ID, BULUNGAN | APA jadinya kalau para alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) yang usianya sudah berkepala empat ke atas mendadak turun gunung dan berkumpul di lapangan hijau? Jawabannya adalah kombinasi epik antara tensi tinggi, taktik kelas berat, gocekan nostalgia, dan tentu saja… ritual pijat koyo massal sesudah laga.
Suasana riuh dan penuh tawa itu tersaji nyata dalam Turnamen Sepak Bola Mini antar Tim Ikatan Alumni (IKA) Unhas se-Indonesia. Digelar untuk memeriahkan Dies Natalis ke-70 Unhas Tahun 2026.
Turnamen ini baru saja pungkas di Lapangan Aryyaguna Km 2, Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara, 4–5 September 2026. Lapangan yang biasanya tenang, mendadak berubah menjadi arena “pertempuran” sengit yang mempertemukan 10 tim alumni kategori usia 40 tahun ke atas (U-40+). Mereka datang dengan satu misi: membuktikan bahwa usia hanyalah angka, meski sendi kadang berkata berbeda.
Diprakarsai oleh Pengurus Wilayah IKA Unhas Kaltara, turnamen ini sejatinya merupakan sebuah kompetisi resmi. Namun di atas rumput hijau, atmosfer kekeluargaan terasa jauh lebih kental daripada bau minyak urut yang menyengat dari pinggir lapangan.
Nostalgia pun pecah. Gocekan-gocekan maut khas masa kuliah dulu kembali keluar dari kaki-kaki para alumni. Bedanya, kali ini aksi-aksi memukau tersebut harus bersanding dengan napas yang mulai tersengal-sengal, terutama saat pertandingan memasuki paruh babak.
Sorak-sorai penonton dan candaan antarpemain menjadi bahan bakar utama yang membakar semangat. Di sini, bukan trofi semata yang dikejar, melainkan sebuah ruang rindu untuk reconnecting lintas generasi dan wilayah sekaligus memperluas jejaring.
Setelah melewati drama lapangan hijau yang menguras keringat dan memicu adrenalin, tim tuan rumah IKA Unhas Bulungan 1 akhirnya membuktikan keperkasaannya. Mereka sukses keluar sebagai juara pertama dan berhak memboyong Piala Bergilir Ketua Umum IKA Unhas Andi Amran Sulaiman, Piala Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa, serta dana pembinaan sebesar Rp 50 juta.
Sementara itu, posisi runner-up berhasil diamankan oleh IKA Unhas Sulsel yang membawa pulang hadiah Rp 40 juta. Menyusul di peringkat ketiga ada IKA Unhas Berau (Rp 30 juta), dan IKATEK Unhas Kaltara harus puas finis di urutan keempat dengan mengantongi Rp 20 juta.
Turnamen telah usai, namun cerita tentang otot paha yang tertarik, tawa yang lepas, dan hangatnya reuni di tanah Kaltara akan terus diingat—setidaknya sampai aroma koyo di pinggang mereka benar-benar hilang.(andi risal)







