‘Diteror’ Keluhan Parkir Liar, Bos PD Parkir Makassar Balas dengan Live Streaming

7
Dirum PD Parkir Makassar Raya Saharuddin Said

INDONESIANUPDATE.ID, MAKASSAR | JIKA  biasanya keluhan soal parkir hanya berakhir di media sosial, kini warga Makassar bisa menatap langsung pengambil kebijakannya dan melayangkan protes secara live.

Itulah terobosan yang dilakukan Perumda (PD) Parkir Makassar Raya. BUMD yang paling sering jadi sasaran keluhan warga ini justru membuka diri selebar-lebarnya lewat siaran live streaming interaktif.

Bukan sekadar formalitas. Direktur Umum PD Parkir Makassar Raya, Saharuddin Said, turun langsung menyapa warga di depan kamera. Ia mendengar, menjawab, bahkan ‘berdebat’ secara sehat dengan warga yang meluapkan unek-uneknya soal juru parkir liar, tarif yang tak sesuai karcis, hingga lahan parkir yang semrawut.

“Ajid” – sapaan akrab Saharuddin – tidak berlindung di balik jawaban normatif. Setiap keluhan yang masuk direspons lugas dengan solusi. Ada yang langsung dijawab tuntas saat siaran, ada pula yang dicatat dan dieksekusi timnya di lapangan keesokan harinya.

Langkah ini menjadi napas baru dalam pelayanan publik di Makassar. Di saat banyak instansi alergi kritik, PD Parkir justru menjadikan kritik sebagai kompas pembenahan.

Bagi Saharuddin, masukan warga adalah data paling jujur. Data yang tidak akan pernah didapat dari laporan di atas meja.

“Masukan masyarakat itu bagian penting untuk pembenahan. Kami tidak ingin mengelola parkir dari balik kantor saja, tapi harus dari sudut pandang pengguna,” tegas Ajid.

Pola komunikasi dua arah ini terbukti efektif. Warga merasa memiliki ruang aman untuk melapor tanpa takut diabaikan. Di sisi lain, PD Parkir mendapatkan potret utuh kondisi pelayanan yang sebenarnya terjadi di jalanan.

Live streaming ini bukan sekadar gimmick digital. Ini adalah pesan bahwa Perumda Parkir Makassar Raya ingin bertransformasi menjadi lembaga yang lebih responsif, transparan, dan humanis.

Ke depan, setiap aspirasi, caci maki, hingga pujian yang masuk melalui kolom komentar live tersebut akan menjadi bahan evaluasi serius untuk memperbaiki tata kelola parkir di 15 kecamatan se-Kota Makassar.

Parkir di Makassar mungkin belum sempurna hari ini. Tapi setidaknya, pintunya kini sudah benar-benar terbuka.(Sri Syahril)